berikutr adalah beberapa racun yang pernah digunakan untuk membunuh seseorang silahkan simak ulasan dalam Jenis Racun Paling Mematikan Yang Pernah Digunakan Untuk Membunuh Manusia, versi anehdidunia.com
Hemlock
Racun paling mematikan yang pertama adalah Hemlock atau biasa juga disebut Conium,
merupakan sebuah zat mematikan yang berasal dari sebuah tanaman
berbunga yang sangat beracun dan biasa tumbuh di Eropa dan juga Afrika
Selatan. Tanaman ini bahkan sudah sangat populer sejak zaman Yunani kuno
sebagai alat eksekusi untuk membunuh para tahanan. Kadar racum Hemlock
sendiri cukup tinggi karena hanaya dengan 100mg atau sekitar 8 daun
tanaman saja, bisa berakibal fatan jika di konsumsi oleh oorang dewasa.
Efek dari racun Hemlock akan dimulai dengan kelumpuhan yang dilanjutkan
dengan berhentinya sistem pernafasan, sampai akhirnya orang yang terkena
racun ini akan mati lemas. Salah satu korban dari racun ini yang paling
terkenal adalah seorang Filsuf asal Yunani kuno yaitu Socrates.
Ia dihukum mati oleh dinasti yang berkuasa pada tahun 399 sebelum
masehi, karena dinilai tak memiliki rasa hormat. Socrates di suntikan
infus yang berisi konsentrat dari sari Hemlock hingga akhirnya mati.
Aconite
Berasal dari tanaman Monkshood
atau dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti "Tanaman Liar Hutan."
Aconite merupakan sebuah racun yang dapat menyebabkan terganggunya
fungsi jantung aritmia yang akan menyebabkan korbanya mati
lemas. Racun Aconite sendiri tergolong sangat mematikan, karena hanya
dengan menyentuh daun dari tanaman beracun ini tanpa menggunakan sarung
tangan akan berakibat fatal .Karena kandungan racun Aconite yang begitu
mudah terserap ke dalam jaringan kulit. Ditambah dengan sifat zat ini
yang sulit dilacak membuat, Aconite, menjadi salah satu racun paling
populer untuk membunuh orang karena nyaris tak meninggalkan jejak. Salah
satu korban dari racun ini sendiri adalah Kaisar Claudius yang konon telah diracuni oleh istrinya, Agrippina, menggunakan Aconite.
Belladona
Meski berasal dari bahasa Italia yang berarti "Wanita Cantik,"
namun tanaman yang bernama Belladona ini sebenarnya merupakan sebuah
tanaman beracun yang sangat berbahaya jika sampai terkonsumsi. Tapi
anehnya pada abad pertengahan, Belladona sendiri justru banyak digunakan
sebagai bahan baku pembutan kosmetik. Padahal pada abad ini juga daun
dari tanaman Beladona biasa digunakan untuk melumuri anak panah, karena
racunya yang bisa melumpuhkan lawan. Selain daunya, buah dari tanaman
Belladona juga memiliki kadar racun yang sangat tinggi, bahkan lebih
tinggi dari kadar racun yang ada di daunya. Konon hanya dengan 10 butir
saja dari buah ini sudah cukup untuk menhabisi nyawa seseorang.
Dimethylmercury
Meski tergolong sebagai zat yang paling beracun, namun Dimethylmercury,
memiliki cara kerja yang agak berbeda dengan kebanyakan racun lain pada
umumnya yang akan membunuh korbanya sesaat setelah dikonsumsi.
Dimethylmercury akan bekerja sangat lambat dan membutuhkan proses yang
sangat lama untuk membunuh manusia. Namun justru inilah poin plus dari
Dimethylmercury. Karena hanya dengan 0.1 ml, racun ini sudah bisa
berdampak fatal bagi tubuh manusia. Dosis rendah dari Dimethylmercury,
yang terserap dalam tubuh ini, akan secara pasti menggerogoti tubuh
korbanya selama berbulan-bulan sejak pertama kali terpapar dengan gejala
yang nyaris tak ada dan saat gejala keracuna dari zat ini sudah mulai
terbaca, maka saat itu sudah terlambat untuk melakukan pengobatan. Salah
satu kasus keracunan Dimethylmercury, yang paling terkenal menimpa
seorang profesor kimia di Dartmouth College, New Hampshire, terkena
tumpahan dua tetes racun dimethylmercury pada sarung tangan yang Ia
kenakan. Sayangnya gejala dari peristiwa keracunan yang terjadi pada
tahun 1996 tersebut, baru muncul empat bulan kemudian dan sepuluh bulan
kemudian, dia meninggal.
Tetrodotoxin
Merupakan zat beracun yang ditemuka pada dua makhluk laut berbahaya yaitu, gurita cincin biru dan juga ikan puffer
atau lebih dikenal luas sebagai ikan fugu. Namun kandungan Tetrodotoxin
yang jauh lebih berbahaya ditemukan pada gurita cincin biru, karena
makhluk biasanya akan menyuntikan racunya secara langsung jika merasa
terancam dan racun ini mampu membunuh hanya dalam hitungan menit saja.
Sahabat anehdidunia.com satu tetes saja dari zat beracun ini, bahkan
konon dapat membunuh hingga 26 orang dewasa hanya dalam beberapa menit.
Yang lebih berbahaya lagi, karena gigitan dari gurita cincin biru yang
sering tak mengakibatkan rasa sakit, banyak korban yang tak menyadari
diri mereka telah terpapar racun sampai ketika mereka telah mengalami
kelumpuhan. Sedangkan untuk kasus ikan puffer agak berbeda karena
kebanyakan kasusnya terjadi akibat kesalahan pengolahan dari Ikan ini
saat dibersihkan, sehingga menyebabkan empedunya pecah dan meyebarkan
racun keseluruh dagingnya. Efek keracunan dari Tetrodotoxin, saat
terkonsumsi sendiri mengakibatkan matinya sistem saraf pernafasan yang
membuat korbanya mati lemas.
Polonium
Polonium merupakan sebuah zat
radioaktif yang tergolong sangat beracun, namum membunuh secara lambat
dan hingga kini masih belum ada penangkalnya. Satu gram saja dari racun
Polonium, yang menguap ke udara konon dapat membunuh hingga sekitar 1,5
juta orang hanya dalam kurun waktu beberapa bulan saja. Kasus keracunan
zat ini sendiri yang paling terkenal adalah kasus kematian yang menimpa
mantan mama-mata Rusia, Alexander Litvinenko yang diduga
dibunuh dengan racun Polonium. Dugaan ini muncul karena dalam cangkir
teh milik Alexande ditemukan tak kurang dari 200 kali lipat dosis
Polonium. Akibat kandungan racun yang begitu tinggi ini, Alexander mati
secara perlahan dalkam kurun waktu 3 minggu.
Mercury
Terdapat tiga bentuk dari mercury yang
tergolong sangat berbahaya didunia ini. Unsur Mercury sendiri sebenarnya
bisa demgan mudah kita temukan dalam peralatan sehari-hari seperti
termometer dan juga baterai. Karena zat ini sebenarnya bukanlah zat yang
berbahaya jika tersentuh. Hanya saja urusanya akan lain jika Mercury
sampai terhirup ataupun tertelan. Meski tak langsung membunuh, namun
karena kandungan mercury alami yang mudah ditemukan dalam ikan semacam
tuna dan kodak. Mercury bisa menjadi silent killer yang sangat
efektif. Hanya dengan konsumsi sekitar 170 gram perminggu, zat ini dapat
membunuh secara perlahan namun pasti. Salah satu korban dari bahaya
Mercury sendiri adalah Amadeus Mozart, yang justru meninggal secara perlahan akibat diberi pil merkuri untuk mengobati penyakit sifilisnya.
Sianida
Nama racun yang satu ini, pasti sudah
tak asing lagi ditelinga orang Indonesia memnyusul kasus kopi Sianida
yang memang tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Namun yang
tak banyak diketahui orang adalah bahwa jauh sebelum kasus kopi beracun
tersebut. Sianida bisa dibilang merupakan primadona bagi para mata-mata
ataupun tentara untuk bunuh diri saat tertangkap oleh pihak lawan.
Sebuah pil berisi sianida biasanya akan diselipkan ke gigi paling
belakang seorang mata-mata untuk berjaga-jaga saat mereka tertangkap
pihak lawan. Dengan satu gigitan kecil saja, tak berselang lama orang
tersebut bisa mati dengan mudah. Sahabat anehdidunia.com selain itu zat
ini juga tergolong mudah untuk ditemukan karena ada dalam berbagai
tanaman mulai dari almond, biji apel, aprikot kernel, asap tembakau, dan
hal-hal lain semisal insektisida, pestisida serta masih banyak yang
lainnya. Zat ini dapat menjadi sarana pembunuhan yang efektif dan cepat
jika dosisnya memadai. Korban biasanya hanya akan mampu bertahan antara 1
sampai 15 menit jika tak mendapatkan penanganan yang tepat. Sianida
juga digunakan oleh tentara Nazi, saat pembantaian massal di kamar gas
selama Holocaust. Selain itu kasus lain yang cukup populer tentu adalah
kasus Kopi Sianida, namuan tentu kita masih harus menunggu ketok palu
untuk membuktikan kebenaran dari kasus ini.
Botulinum Toxin
Bagi para penggemar novel Sherlock Holmes, ataupun mereka yang pernah menonton film tentang detektif jenius asal Inggris ini pasti tak asing dengan nama Botulinum Toxin.
Dan racun ini memang tak hanya ada dalam novel karena Botulinum Toxin,
merupakan zat beracun yang memang ada di dunia ini. Botulinum Toxin akan
menyebabkan Botulisme, sebuah kondisi dimana otot secara perlahan akan
mengalami kelumpuhan, yang akan berujung fatal dengan tak berfungsinya
sistem pernafasan yang akan berujung pada kematian. Infeksi Botulinum
sendiri bisa terjadi karena beberapa hal, mulai dari adanya bakteri yang
masuk kedalam tubuh melalui luka yang terbuka ataupun dengan menelam
makanan yang terlah terkontaminasi oleh racun Botulinum. Sayangnya meski
zat Botulinum ttergolong berbahaya, hingga kini toksin dari botulinium
masih banyak digunkan salah satunya adalah untuk suntikan Botox!
Arsenik
Karena sifatnya yang nyaris tak terdeteksi, Arsenik, sering disebut sebagai "Raja Segala Racun."
Maka tak heran jika zat ini merupakan senjata pembunuhan secara rasia
yang paling banyak digunakan didunia ini. Selain itu karena racun
Arsenik yang begitu unik, kita juga akan luamaya sering mendengar nama
zat beracun ini dalam cerita novel misteri maupaun film bertema serupa.
Keunggulan Arsenik sendiri adalah karena racun ini nyaris tak memiliki
rasa dan bau hingga dapat dengan mudah menyatu dalam air, makanan dan
sejenisnya. Sejarah sendiri telah mencatat banyak orang penting yang
nyawanya harus berakhir akibat racun yang satu ini, diantaranya adalah Napoleon Bonaparte, George ke3 dari Inggris dan Simon Bolivar.
Pada catatan lain, arsenik, dan sama halnya seperti belladonna, yang
pada zaman Victoria zat ini digunakan untuk bahan pembuatan kosmetik.
Beberapa tetes zat ini konon dapat membuat kulit wanita menjadi lebih
putih.
Sahabat anehdidunia.com itulah beberapa
zat palilng beracun didunia ini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat
serta menambah wawasan kalian dan tentunya saya berharap informasi ini,
tak disalah gunakan untuk hal-hal yang tak baik. Karena bahkan sebuah
ilmu yang bermanfaat pun kadang bisa menjadi hal yang berbahaya jika ada
ditangan orang yang tak tepat.
Referensi:http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/01/10-racun-paling-mematikan-yang-pernah-digunakan-untuk-membunuh-manusia/1
No comments:
Post a Comment